Pemurnian
Grafit memiliki unsur-unsur jejak. Komposisinya dapat ditentukan oleh bahan mentah yang dikandungnya. Pengotor utama dihilangkan selama tahap akhir produksi. Proses ini disebut grafitasi. Melalui perlakuan termal pada suhu berkisar antara 2600°C hingga 3000°C. Dengan kisaran suhu ini, karbon panggang mengubah elektrografit. Suhu ekstrem dapat menyublimkan pengotor. Kandungan pengotor dalam sebagian besar elektrografit jauh di bawah 1000ppm.
Grafit untuk Aplikasi Kemurnian Lebih Tinggi
Banyak aplikasi yang membutuhkan tingkat kemurnian yang jauh lebih tinggi. Kotoran yang tersisa sering kali terdiri dari logam dan senyawanya, yang tidak dapat dihilangkan melalui suhu tinggi yang terlibat dalam proses grafitasi.
Untuk mengatasi hal ini, teknik pemurnian termokimia diterapkan. Metode ini melibatkan penggunaan gas halogen yang sangat reaktif, seperti klorin dan fluorin, bersama dengan suhu tinggi.
Proses ini memfasilitasi konversi pengotor logam dan senyawanya menjadi senyawa halogen yang mudah menguap, yang kemudian dikeluarkan dari grafit. Hasilnya, kadar abu akhir dapat dikurangi hingga kurang dari 5 ppm.









